Sabtu, 19 Juni 2010

PREVIEW PIALA DUNIA 2010: Brasil vs Pantai Gading

Ini bukan sekadar laga Brasil versus Pantai Gading, tapi pertarungan antara guru dan murid.

Ketika masih menjadi pemain Fiorentina 1988/1989, Carlos Dunga adalah 'murid' Sven-Goran Eriksson -- yang saat itu menangani La Viola. Keduanya saling menghormati.

Eriksson membawa Dunga, yang saat itu berusia 25 tahun, karena kualitas kepemimpinannya. Dunga menghormati Eriksson karena memberinya banyak hal soal kepelatihan dalam setiap kali perbincangan.

"Saya mengenal Dunga dengan baik. Saya yang membawanya ke Fiorentina, meski dia hanya bermain satu tahun," kenang Eriksson.

Menurut Eriksson, saat masih menjadi pemain pun, Dunga tahu banyak hal soal taktik sepakbola. Pelatih asal Swedia itu menyebut Dunga sebagai pemain sepakbola yang pernah dikenalnya.

"Dia luar biasa dalam bertahan, menyerang, dan tahu segalanya," puji Eriksson.

Dunga merespon pujian Eriksson dengan mengatakan; "Saya tidak terkejut Pantai Gading kini menjadi tim dengan pertahanan cukup kuat. Pasti sangat sulit mencetak gol ke gawang mereka."

Laga ini juga akan menjadi pertemuan dua rival serius; Didier Drogba dan Lucio. Droba kemungkinan akan bermain dengan pelindung sikunya yang retak.

Keduanya terlibat saling hardik ketika bertemu di Liga Champions, atau ketika Inter Milan mendepak Chelsea. Drogba ngamuk setelah wasit mengganjarnya kartu merah.

Lucio, yang tidak memberi uang kepada Drogba, menuduh Drogba mengintimidasinya di laga pertama. Ketika keduanya bertemu di babak kedua, mereka terlibat saling hardik.

Julio Cesar masih menyimpan kenangan pertandingan itu. Drogba, menurutnya, tidak bisa berbuat banyak karena Lucio terus menjaganya.

"Di pertandingan kedua, Drogba hanya memiliki beberapa kesempatan menembak ke gawang," ujar Cesar. "Drogba selalu bisa menembak dan menanduk bola dengan baik. Kami harus menjaganya."


Brasil, yang kesulitan menembus pertahanan Korea Utara sebelum menang 2-1, yakin Pantai Gading akan bermain habis-habisan untuk meraih angka. Di laga pertama, Pantai Gading bermain tanpa gol dengan Portugal. Saat itu kedua tim bermain lebih terbuka.

Julio Baptista memperkirakan Pantai Gading masih akan bermain terbuka. Jika sebaliknya, Brasil akan kesulitan mengatasi sepuluh pemain di lini belakang.

Brasil telah enam kali bertemu tim-tim Afrika di Piala Dunia, memenangkan lima, dan belum sekali pun kebobolan. Pantai Gading berpotensi menjadi tim Afrika pertama yang membobol gawang Brasil di Piala Dunia.

PREVIEW PIALA DUNIA 2010: Italia vs Selandia Baru

Italia yakin mengatasi ancaman Selandia Baru dalam laga kedua Grup F Piala Dunia 2010, tapi tidak bisa memprediksi bagimana menghancurkan perlawanan tim berperingkat 78.

Azzurri mengawali laga Grup F melawan Paraguay dengan performa tidak meyakinkan. Tidak ada kepastian Italia akan membaik saat menghadapi Selandia Baru, meski lawannya sangat inferior.

Federico Marchetti, penjaga gawang tak berpengalaman, akan menjadi starter sehubungan cedera punggung yang dialami Gianluigi Buffon. Marchetti baru enam kali mengenakan kostum Azzurri, dan jarang bermain dengan empat pemain belakang di depannya.

Fakta ini menambah ketidak-pastian mengenai bagaimana Italia mengatasi tekanan sporadis Selandia Baru, terutama di menit-menit akhir laga.

Selandia Baru telah meraih angkanya di Piala Dunia ketika Winston Reid membuat gol dramatis untuk memaksa Slovakia bermain 1-1. Italia pasti menyaksikan pertandingan itu, dan melihat bagaimana Slovakia dipecundangi.

"Kami tahu Selandia Baru adalah skuad yang mengandalkan kekuatan fisik, dan piawai memanfaatkan bola-bola di udara," ujar Marchetti.

Marchetti yakin dirinya akan susah payah menghalau bola-bola atas dari yang dikirim All Whites, julukan Selandia Baru, ke kotak penalti. Ia akan berupaya bekerja keras jika tidak ingin timnya keluar dengan kepala tertunduk.

Italia dan Selandia Baru pernah bertemu di Piala Konfederasi tahun lalu di Afrika Selatan. Italia memenangkannya dengan 4-3. Hasil itu memperlihatkan betapa All Whites berpotensi menahannya, atau bahkan mengalahkannya.

Selandia Baru, yang lolos ke Piala Dunia setelah mengalahkan Bahrain di babak playoff, khawatir Italia menggunakan cara serupa untuk mengalahkannya seperti tahun lalu.

Left-back Domenico Criscito, yang kesulitan mencetah Paraguay mengirim umpan-umpan silang, juga khawatir. Menurut Criscito, Selandia Baru piawai memanfaatkan bola-bola mati.

"Kami khawatir, tapi kami akan berlaga untuk menang bukan kalah," ujarnya.

Striker Alberto Gilardino dan Vicenzo Iaquinta tak banyak memberi kontribusi saat melawan Paraguay, tapi Lippi kemungkinan tidak akan menggantinya. Namun bukan tidak mungkin Lippi melakukan pergantian cepat, dengan memasukkan Giampaolo Pazzini dan Antonio Di Natale.

Italia masih dihadapkan pada pilihan antara formasi 4-4-2, atau 4-2-3-1, karena ketidak-hadiran gelandang Andrea Pirlo membatasi opsi kreatif lini tengah. Winger Mauro Camoranesi bisa saja dimainkan sejak menit pertama, tapi tidak membantu.

Pirlo telah bisa berlari dan menembak bola tapi Lippi memastikan tidak akan memainkannya menghadapi Selandia Baru. Pirlo kemungkinan baru akan bermain saat Italia bertemu Slovakia.

Selandia Baru, yang berharap gelandang Tim Brown sembuh dari cedera punggung, akan menikmati moment ini. Defender Tommy Smith mengatakan Kiwis tidak punya beban, dan tidak seorang pun yang berharap timnya menang.

"Kami hanya ingin bermain untuk membuktikan kami mampu mengatasi tim-tim papan atas," ujar Smith.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com